Seorang dokter di Riyadh, Arab Saudi, bercerita sebagai berikut:
Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku tiba, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal.
Pemuda ini terkena peluru nyasar. Dengan segera, kedua orang tuanya melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh.
Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu dan bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang dia katakan? Apakah dia menjerit dan mengerang kesakitan? Atau menyuruh agar segera sampai di rumah sakit? Ataukah dia marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, "Jangan khawatir! Aku akan meninggal....tenanglah...sesungguhnya aku mencium wangi surga!"
Tidak hanya sampai disitu saja, bahkan dia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, dia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku akan mati. Janganlah kalian menyusahkan diri sendiri karena sekarang aku mencium wangi surga."
Kemudian dia meminta kedua orang tuanya agar mendekat. Lalu dia mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian dia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuullullah." Ruhnya pun melayang kepada Sang Pencipta.
Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Lalu dia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut.
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang dia lakukan semasa hidupnya. Tahukah Anda, apa jawabnya?
Apakah Anda kira, dia menghabiskan malamnya dengan berlalu lalang di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau dia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau meneguk khamar, narkoba dan rokok? Menjurut Anda, apa yang telah dikerjakan, sehingga dia meninggal dalam keadaan mencium wangi surga?
Ayahnya mengungkapkan, "Dia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam semampunya. Dia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan salat Subuh berjamaah. Dia gemar menghafal Al Quran dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU"
* * * *
Dikutip dari buku "Mati Tersenyum ala Islam" karya M Shodiq Mustika (hal 23-25)






